 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Other | | Location: | Pandeglang Banten |
Berbentuk persegi empat layaknya kotak, dan berwarna putih.. Lembek bila disentuh dan kenyal bila sudah berada di mulut. Itulah kue balok. Saya menemukan kue ini secara tidak sengaja. Tak lain saat ditugasi liputan ke daerah Pandeglang, tepatnya kecamatan Menes. Di antara obrolan dengan para petugas polisi yang saya temui saat liputan, menyebut-nyebut kue balok sebagai makanan khas daerah ini. Rasa penasaran semakin menguasai pikiran saya. Sebab itulah, setelah liputan selesai, saya keukeuh untuk menemui kue tradisional ini. Tanya sana-sini saya membuahkan hasil. Sebuah warung sederhana, ternyata menjual penganan ini. tepatnya di pinggir jalan sebuah daerah bernama Cikedal, arah jalan pandeglang menuju Lebak. Di dalam warung ini, saya hanya menemukan seorang wanita sedang memotong-motong sebuah benda putih. Tak saya sangka itulah kue balok. Ya.. kue balok tak lain adalah sejenis makanan terbuat dari singkong. Rasanya tak jauh beda dengan rasa getuk, di jawa. Yang unik dan menjadi ciri khas makanan ini adalah penambahan dua bumbu ini. Yaitu bawang goreng yang dicampur sejenis minyak, diolesi tepat diatas potongan balok ini. tak lupa tambahan serundeng diatasnya. Waktu mencoba, hmmm gurih….karena rasa bawang dan kelapa tadi. Tapi siapa sangka, harga cemilan ini murah sekali. Untuk 2 potong balok besar yang kemudian dipotong kembali menjadi balok kecil-kecil hanya dihargai 2000 rupiah. Kalau mencicipi kudapan ini, jangan lupa ditemani dengan sudrek alias susu bandrek panas. Makin yahud deh.. dimakan saat sore hari. Tapi menurut penjualnya, warung ini buka dari pagi sampai pukul 10 malam. Yah.. memang kalau dengar cerita dan lihat gambarnya nggak lengkap kalau nggak mencicipi makanan sederhana namun nikmat ini. Selamat mencoba makanan tradisional indonesia yang satu ini.
  Makanan khas Sulawesi Selatan memang bukan hanya coto semata. Atau pisang epe. Di wilayah Bantaeng, sekitar 4 jam dari Makassar, dapat ditemui roti yang lumayan lezat. Namanya Roti Bantaeng. Roti nya fresh, dengan dua jenis rasa. yaitu srikaya dan daging. Bisa dibeli satuan dengan harga 2 ribu saja. atau dibeli satu kotak, dengan harga 50 ribu. Uniknya si roti ini adalah bungkusnya yang terbuat dari daun pisang. Menurut si penjual, roti ini dibungkus daun pisang dengan maksud agar rotinya lembut bila dikunyah... yummmyy...   Nih..roti yang uenakk banget. Rasanya bener-bener deh... pasti kecanduan. Roti tawar yang di lumasi krim butter dengan meses atau selai srikaya sama-sama enaknya. Yummmyyy.. Adanya di Pematang Siantar sekitar 3 jam dari kota Medan.
Kalau mau beli roti ini harus rela antri ya. Soalnya begitu masuk ke toko ini, pengunjungnya rame banget. Menandakan, roti ini emang banyak disukain orang. Gigitan pertama membuat anda tak puas. Pasti minta tambah. Rahasianya, apalagi kalau bukan bahan-bahannya yang fresh dan tanpa bahan pengawet.
kita bisa lihat langsung roti yang baru keluar dari oven, seperti yang ada di gambar ini. Lalu roti yang baru dipotong, dan langsung diolesi krim tepat didepan kita. Mungkin ini juga jadi trik pemilik toko, agar pengunjung bisa langsung melihat dn tahu bagaimana si roti ini dibuat, dan menandakan kesegaran roti ini.
Pokoknya anda tak akan kecewa. Malah akan menjadi kecanduan, saya pun curiga. jangan-jangan ini roti ditambahi ganja, hingga akhirnya banyak orang yang candu dengan roti khas siantar ini... hehehehe   Terlihat dari namanya, jangan takut. Siput ini tak menggonggong kok. Malahan enak untuk dimakan bersama sentuhan lezat saus sambal. Memakannya harus dengan bantuan tusuk gigi, agar daging siput ini bisa terambil keluar. Cara memakan seperti ini pun bisa jadi daya tarik tambahan. Saya menemukan siput unik ini kala berkunjung ke Batam. Di sebuah tempat makan nyaman dan indah, Harbour Bay. Merupakan tempat makan yang indah, karena berada tepat dipinggir teluk. Paling asyik jelas datang kemari menjelang senja tiba. Menikmat siput gonggong sambil melihat matahari terbenam.   | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Other | | Location: | Kandangan, Kalimantan Selatan |
Ini nih, ketupatnya orang kalimantan. Beda banget deh sama jenis makanan ketupat yang pernah gue temui. Dari ketupat sayur betawi, ketupat padang, kupat bandung,dll. Pertama kali diajak makan ketupat jenis ini, yang ada dalam kepala gue adalah ketupat yang terguyur kuah sayur gurih. Pas tu piring ketupat sampe ke meja gue, ternyata cuman ketupat tok yang direndem sama kuah putih. Waduh, gak napsuin banget nih makanan. Keliatannya kok ni makanan pucet banget, kayak mayat dan gak menarik banget bentuknya. Tapi, sodara-sodara, setelah dicicipi, ternyata bener juga kata pepatah "don't judge book by it's cover". Nih makanan, emang enak banget. Rasanya gurih dan legit. Rasa gurih dan legit ini tidak lain diperoleh dari rasa kuah ketupat yang terbuat dari santan pilihan, yang dibumbui dengan bumbu khas kalimantan (bilang aja, gak tau bumbunya apa.. hehehehe. Ketupatnya pun sama-sama enaknya. Gak terlalu keras, ataupun terlalu lembek. Nah, warung ketupat inilah yang dikenal paling enak dalam membuat ketupat kandangan. Kalau mau kesana, letaknya ada di jalanan antara banjarmasin menuju barabai. Dari banjarmasin, sekitar 2 jam perjalanan, baru deh sampai ke tempat ini.   Ini nih, namanya opor kelelawar. Makanan ini emang kesukaannya orang dayak. Daging dada dan sayapnya, paling enak. Daging ini tidak kalah enaknya sama daging sejenis burung lainnya. Hanya saja agak-agak berbau, kalo beberapa kelenjar di tubuh hewan ini tidak dipotong. Seperti kelenjar di ketiak dan leher. Si penjual emang harus profesional dalam memotongnya sekaligus mengulitinya. kalo gak, ya jadi gak enak dimakan. Terus yang lebih mengherankan lagi, ada beberapa orang yang suka dengan kulit beserta bulu yang masih menempel. Tapi, yang gue makan ini gak pake bulu kok. Di rumah ibu kuswandi ini, gue mencoba hewan malam ini. ya.. gangguin orang masak, sambil makan siang gratis deh. 
| |